Selasa, 15 Mei 2012

Application Letter 3


Application Letter 3

122 Meehan Lane
Hudson, IN 46747
(219) 555-2345

March3, 2012

Mr. BUDI
Director
Boys and Girls Club
909 Jefferson Street
Valparaiso, IN 46363

Dear Mr.BUDI:
Please consider me for the advertised position of Summer Sports Counselor. Excelling in sports
has been a part of my whole life, and I have also built the skills needed to teach and motivate
children to learn about the joys and benefits associated with team sports.

It has been a desire to teach sports to children since my sixth grade year. My elementary school
teacher demonstrated a love for sports that was contagious. Seeing how much he enjoyed
teaching children was inspiring, and I believe that I have the same passion. I have already been
able to impart my love of sports to children during previous summer jobs. As a camp counselor
at my hometown YMCA, I could not wait to go to work. It was a pleasure working with those
children. More importantly, they seemed to like working with me. They greeted me everyday
with the shout of, “Let’s get ready to rumble!”

Sadly, I have observed people who have made children dislike team sports by their
inappropriate emphasis on winning at all costs. It is my desire to change that and I hope you
give me the opportunity to do so.

Enclosed is my resume. I will contact you next week to discuss a convenient time to meet and
discuss by past experience and qualifications in more detail. Thank you for your time and
consideration.

Sincerely,

SUPRIADI

Enclosure

Application Letter 2


Application Letter 2
To: Jakarta, o9st May 2011
Mr. Satrio
Managing Partner
Alfa Midi
Jl. Tb. Simatupang
Jakarta – Indonesia
Dear Sir,
Greetings and well wishes are always Allah-given in each job and your activity.
With this letter hereby I would like to express my interest to work as employees in your office. I am a Bachelor of Management from Faculty of Economics, Gunadarma University. I am hardworking and quick to learning about new experiences. I would very happy if I accepted, so I can implement my accounting knowledge and gain valuable experience. Along with this letter I submit my curriculum vitae, recent photograph size 4x6, and certificates for your consideration.
Thank you for your time and your attention to read this application letter. I have big expectation to work in your office.
Sincerely yours,
SUPRIADI

Application Letter 1


Application Letter 1

Based on advertisement on kompas, Saturday april 25th 2012, PT. Lion Air needs employee in marketing appropriate in this major, along with it,

Name : Supriadi
Place, Date of Birth :jakarta, december 31, 1990
Education : S1
Address : Jl. Cipinang muara II jakarta

Submit an application to be an employee in marketing. My qualification is appropriate with the requirement. Along with this letter. I hope so that sir / madam can review and consider my application.

That is my application letter submitted. Thank you for your attention.

Best regards,




SUPRIADI

Sabtu, 07 April 2012

bahasa inggris bisnis 2

TUGAS  BAHASA INGGRIS BISNIS 2 ( SOFTSKILL )

NAMA                 : SUPRIADI
NPM                    : 23209941
KELAS                : 3EB18
MATA KULIAH : BAHASA INGGRIS 2
DOSEN               : Bu Anggi

Simple Present Tense
1) supriadi studies biologi in sma 53 jakarta
2) Twenty-five divided by five is equal to five
3) May I borrow your pen, please?
4) budi reads an manajemen book in Library.
5) Although he does not always study hard, he always gets good results
6) Semarang lies in Central Java
7) They play badminton everyday
8) Usually I get up early
9) Adi always drives a moto cycle to the campus
10) Certainly, but she doesn’t speak Japanese.

Present Continous Tense
1) adi is travelling to bandung .
2) Mother is making some cookies.
3) father read the newspaper.
4) sister does not eat sweet .
5) Are you going to the library this afternoon ? .
6) They are not playing basketball.
7) We are writing again in a few weeks.
8) I am reading a book .
9) I want to buy a car .
10) I know her well.

Future Tense
1)  Will you please help me to get the book audit.
2)  He will meet you by ten.
3) Dia akan Mengirimkan surat.
4) I shall go to Mojosari Tomorrow .
5) Tini will visit his parents next week.
6) Dwi will be shoping in the market.
7) Delon will be burning the trash tomorrow.
8)Adi Will go to Surabaya to finish his education .
9)It will leap if it is happy .
10) We shall have been traping.

Past Tense
1) biru studied japan last night.
2)I bought the book at the seaside accounting
3) Rani has been finished her homework 
4)I have never go to jogja
5)She helped me last week .
6) They went to korea last month.
7)  saw her standing there.
8) I did not sleep last night 
9)  did not see her standing there.
10) When did you buy that Magazine ? .

Rabu, 21 Desember 2011

TULISAN KE 3 BAHASA INDONESIA 2 " MEMBUAT PUISI "

NAMA           : SUPRIADI
KELAS          : 3EB18
NPM              : 23209941
BAHASA INDONESIA 2
TULISAN   SOFTSKILL
MEMBUAT PUISI


TERIMA KASIH TELAH MENCINTAIKU

Cinta yang kau berikan
Mengapa baru kurasakan
Sesal tiada henti kurasakan
Sandainya waktu bisa terulang

Aku berjanji akan selalu
Menyimpan cinta yang kau berikan
Dan tak ada sesal yang kurasakan
Namun semuanya hanya masa lalu

Ya tuhan,,
Mungkin ini jalan yang terbaik
Sulit terasa kujalani hidup ini
Waktu aku bertemu kembali denganmu

Kamu telah menemukan
Seseorang yang mencintamu
Sekarang aku tidak bisa berharap
Cinta yang dulu kau berikan

Semoga kamu bahagia
Maaf,,, hanya ini yang bisa kukatakan
aku ikhlas dirimu mencintai orang lain
terima kasih atas cinta yang kau berikan








Selasa, 25 Oktober 2011

RESENSI NOVEL LASKAR PELANGI



Judul Buku : Laskar Pelangi
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal Buku : 534 halaman

Ini adalah sebuah kisah heroik kenangan 11 anak Belitong yang tergabung dalam ”Laskar Pelangi”: Syahdan, Lintang, Kucai, Samson, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Mahar, Flo dan sang penutur cerita – Ikal. Andrea Hirata, yang tak lain adalah Ikal, dengan cerdas mengajak pembaca mengikuti tamasya nostalgia masa kanak-kanak di pedalaman Belitong yang berada dalam kehidupan kontras: kaya dengan tambang timah, tapi rakyatnya tetap miskin dalam kesehariannya.

cerita ini tentang semangat juang menyala-nyala dari anak-anak kampung Belitong untuk mengubah nasib melalui sekolah, yang harus mereka dapat dengan terengah-engah. Sebagian besar orang tua mereka lebih suka melihat anak-anaknya bekerja membantu orang tua di ladang, atau bekerja menjadi buruh kasar di PN Timah, daripada sekolah yang tak jelas masa depannya.

Derita sekolah itu tergambar jelas ketika SD Muhammadiyah di kampung miskin itu terancam tutup kalau murid baru sekolah itu tidak mencapai 10 orang. kesebelas anak itulah yang telah menyelamatkan masa depan suar pendidikan yang hampir redup digilas ekonomi.

Kesebalas anak itu memiliki keunikan masing-masing. Diantara 11 anak Laskar Pelangi itu, Lintang dan Mahar adalah 2 diantara yang paling menonjol. Lintang jenius dalam bidang eksakta, Mahar ahli di bidang seni budaya. Mereka seolah mewakili otak kanan dan otak kiri manusia. Lintang memiliki semangat juang yang tiada tara dalam belajar. Dia rela menempuh perjalanan dengan kereta angin sejauh 80 km pergi pulang demi dapat memuaskan dahaga ilmu pegetahuan. Saking semangatnya hingga akan tercium karet terbakar dari sepatunya yang aus digerus pedal sepeda. Jika ada aral melintang di jalan dan terlambat sampai sekolah, tiada masalah baginya, asal dapat menyanyikan lagu ”Padamu Negeri” pada akhir jam pelajaran.

Novel Laskar Pelangi penuh dengan taburan wawasan yang luas bak samudra dari penulisnya yang paham betul tentang ilmu eksakta, seni budaya, dan humaniora. Kita akan dibuat tersenyum geli dari humor kecil yang dilontarkannya, terharu dan bahkan menangis ketika membaca kisah heroik kesebelas anak Laskar Pelangi.

Filicium adalah pohon yang menjadi saksi seluruh drama kehidupan Laskar Pelangi. Pohon itu menaungi sekolah mereka yang hampir roboh. Pohon itu menjadi markas setiap pertemuan mereka: membicarakan soal-soal di sekolah, merancang karya untuk festival 17 Agustus, atau tempat Lintang memberi kuliah tentang ilmu fisika. Pohon itu pulalah yang menjadi saksi kerinduan Ikal pada gadis manis keturunan cina, anak pemillik toko Sinar Harapan yang memiliki jari lentik dan kuku cantik.

Anak-anak Laskar Pelangi itu hidup dalam kebahagiaan masa kecil dan menyimpan mimpi masing-masing untuk hari esok. Tapi siapa yang sanggup melawan sang nasib? Dua belas tahun kemudian, Ikal menyaksikan perubahan nasib teman-temannya yang sungguh diluar dugaan. Sang nasib sungguh menjadi sebuah misteri yang maha gelap. Anak-anak Laskar Pelangi itu boleh punya cita-cita setinggi langit, tapi nasib jualah yang menentukan episode kehidupan mereka selanjutnya. Sang nasib bisa jadi adalah ketiadaan kepedulian pemerintah akan bibit-bibit unggul mutiara anak bangsa yang harus terhempas oleh himpitan ekonomi. Mereka adalah anak-anak harapan bangsa yang terpaksa harus tunduk oleh gilasan nasib yang semestinya bisa diupayakan oleh pemerintah yang punya amanah dan kuasa untuk memajukan pendidikan.

Lintang, sang jenius itu misalnya kini harus terpuruk jadi sopir tronton karena harus menjadi tulang punggung keluarga, menjadi pengganti ayahnya. Tapi Lintang punya jawaban, ” jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan….” Bagi Ikal, kata-kata itu semakin menghancurkan hatinya, ia marah, kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Ia mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri, dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan kesempatan pendidikan.

Kekuatan novel ini terletak pada sentilan humaniora tentang pentingnya pendidikan sekolah dan sekaligus kuatnya moral agama. Novel ini wajib baca bagi generasi muda yang terlena dengan gelimang kemudahan ekonomi dan tak lagi kenal jerih payah untuk menggapai masa depan. Novel ini juga wajib baca bagi para pendidik, bagi pemerintah yang selalu alpa pada pentingnya pendidikan. Buah dari kealpaan itu diantaranya adalah, kini kita menjadi bangsa yang sering menjadi bahan olok-olok oleh bangsa lain, karena kita rajin mencetak manusia yang tak punya kualitas.

Kelemahan novel ini, menurut saya, hanya terletak pada cara mengakhiri cerita. Semestinya, novel ini sudah ditutup pada bab 33: Anarkonisme, yang menceritakan kejatuhan Babel (Bangka Belitung) yang dulu bergelimbang Timah. Bab 34: Gotik, menurut saya menjadi ekor cerita yang membingungkan. Karena penutur ”Aku” secara tiba-tiba menjadi orang lain, dan bukan lagi Ikal. Bab 34 ini menjadi sebuah kemubaziran. Sama persis seperti seorang pelukis yang seharusnya berhenti menguaskan catnya pada bidang lukis yang sudah sempurna, tapi kemudian menjadi berantakan karena sebuah goresan yang tidak perlu.